Sabtu, 23 November 2013

PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP TRANSPERSONAL 2

I.                    Pendahuluan
a.       Latar belakang
          Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bentu/ekstensi kemampuan diri manusia. Dewasa ini, telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru ‘membelenggu’ perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh system-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi.

b.      Rumusan masalah
1.       Bagaimana peran internet terhadap kasadaran diri manusia?

c.       Tujuan
1.       Dapat memahami peran internet terhadap kesadaran diri manusia.

II.                  Analisa dan Pembahasan
          Selama sepuluh tahun terakhir penelitian tentang psikologi dan internet, telah ada pengakuan umum bahwa orang sering berperilaku berbeda ketika online daripada dalam situasi pengunjung kira-kira setara. Misalnya, mereka mungkin menjadi menggoda keterlaluan online, sementara pemalu offline. mereka mungkin gosip dan maju lain email online, ketika mereka biasanya akan bertindak dengan kebijaksanaan. Atau mereka mungkin mencari informasi online yang mereka tidak akan bermimpi melakukan offline. Perbedaan umum ini telah disebut "rasa malu" atau "efek rasa malu secara online".
          Dalam definisi penghambatan disediakan secara online dalam edisi pertama buku ini, Joinson berpendapat bahwa "jika inhibisi adalah ketika perilaku dibatasi atau dikendalikan melalui kesadaran diri, kecemasan tentang situasi sosial, kekhawatiran tentang evaluasi publik dan sebagainya, maka rasa malu dapat dicirikan oleh absen atau pembalikan dari faktor-faktor yang sama. Rasa malu di internet, dipandang sebagai perilaku yang ditandai dengan pengurangan nyata dalam keprihatinan untuk presentasi diri dan jugdement dari lainnya.
          Pola interaksi antar manusia yang berubah kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

III.                Kesimpulan
          Penelitian tentang psikologi dan internet, telah ada pengakuan umum bahwa orang sering berperilaku berbeda ketika. Misalnya, mereka mungkin menjadi penggoda yang berlebihan online, sementara saat offline, mereka menjadi pemalu atau memang sebenarnya adalah pemalu. Tingkat kesadaran diri yang rendah mengenai penggunaan internet menjadikan seseorang menjadi orang yang berbeda ketika online, dan berubah kembali ketika offline. Rasa malu di internet, dipandang sebagai perilaku yang ditandai dengan pengurangan nyata dalam keprihatinan untuk presentasi diri dan jugdement dari lainnya.

IV.                Referensi
Gackenbach. 2007. Psychology and the Internet: Intrapersonal,Interpersonal, and transpersonal implications. Kanada. Academic Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar